KAPOLSEK TERANGUN MEMIKUL JENAZAH, RATUSAN PELAYAT TERCENGANG

Tribratanewsgayolues-Tiga minggu sudah seorang kapolsek dijajaran Polres Gayo Lues jadi buah bibir masyarakat. Perilaku menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang dirindukan warga.

Sesuai tugasnya selaku pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat. Tiga puluh tahun lebih sejak berdirinya Polsek Terangun, masyarakat Kampung PADANG, kecamatan Terangun trauma setiap melihat aparat kepolisian datang ke kampungnya. Kampung PADANG TERANGUN terkenal dengan ladang ganja, trauma itu dirasakan oleh warga lebih dari tiga dasa warsa, setiap ada aparat kepolisian datang bisa dipastikan selalu menangkap para pemain ganja yang berada di kampung Padang.

Namun pada 23 April 2018, sekira jam 15.50 wib, warga kampung Padang melihat fenomena yang luar biasa. Ketika masyarakat kampung Padang melakukan fardu kifayah kepada salah satu warga yang meninggal dunia. Masyarakat melihat Kapolsek Terangun turun dari mobil avanza warna biru, sosok kapolsek turun dengan senyuman manis, kemudian bergabung dengan warga intuk mensholatkan si-jenazah.

Selesai mensholatkan jenazah, kapolsek Terangun membantu para pemuda memikul jenazah untuk di antar ke pemakaman.

KARIM, 43 tahun, warga kampung Makmur Jaya saat dikonfirmasi Tribratanewsgayolues, membenarkan: “Saya melihat sendiri pak kapolsek memikul jenazah sampai ke pemakaman yang jaraknya sekitar 300 meter dari kampung ini. selama ini belum pernah ada pak Kapolsek mau memikul jenazah, apalagi memikul sampai tempat pemakaman.”

Gusti, 37 tahun, warga kampung Padang kepada Tribratanews menyampaikan: ” Belum pernah ada kapolsek yg memikul jenazah dikampung ini. Apa yg di lakukan IPDA SUGENG RIYADI, SH membuat warga kampung kami (Padang- Terangun ) terkagum. Biasanya kalo ada aparat kesini paling melakukan penangkapan warga kami yg melakukan kejahatan. Kami berharap semoga banyak kapolsek seperti pak sugeng, sehingga masyarakat merasa ter- ayomi”.

Bukan omongan yang negatif rupanya, buah bibir warga masyarakat kampung Padang Kec Terangun adalah sebuah samaan dan harapan besar buat POLRI.

Disisi lain ketika dikonfirmasi Tribratanews, saat di tanya kenapa IPDA SUGENG RIYADI SH melakukan hal itu, dengan sederhana kapolsek termuda dijajaran Polres Gayo Lues ini menjawab: ” Hal ini saya lakukan, karena saya ingin melakukan kewajiban saya sebagai seorang muslim. Tidak lebih dari itu. “(Rz)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here